Tampilkan postingan dengan label Tentang Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tentang Anak. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 Juni 2010

Cara Mendidik Anak Agar Menghormati Orang yang Lebih Tua

Orang tua mana yang tidak ingin memiliki anak yang berbakti, santun, dan menghormati orang yang lebih tua. Semoga artikel yang kami sajikan di Ruang Keluarga ini dapat membantu Anda dalam mendidik anak terutama agar si buah hati dapat menghormati orang yang lebih tua.

Berikut cara-cara yang dapat dilakukan agar anak menghormati orang yang lebih tua :
1. Perlakukan dan hormati anak seperti anda menghormati orang dewasa
Tidak jarang ada orang tua yang luput dari menghormati anak-anaknya namun mereka malah mengharuskan anak-anaknya menghormati orang yang lebih tua. Ingat, anak juga manusia yang mempunyai perasaan dan dapat mencontoh apa yang sering ia lihat dan rasakan. Biasakanlah untuk menghormati anak agar ia tidak luput dari rasa menghormati siapapun menjadi anak yang berbudi pekerti baik.

2. Hormati hak-hak anak
Anak berhak mendapatkan uang jajan maka berikanlah, berikan juga kebebasan untuk berbicara dan berekspresi, tentu kebebasannya jangan sampai keluar dari koridor yang diharapkan. Dengan cara seperti ini anak akan terbiasa untuk menghargai dan menghormati kebebasan milik orang lain.

3. Jadilah orang tua yang menghormati orang lain
Anak adalah peniru ulung atau Great Imitator, pada umumnya anak akan meniru kebiasaan yang dilakukan oleh orang tuanya, bila Anda menghormati orang lain tentu anak pun akan belajar dan meniru dari kebiasaan Anda.

Oleh karenanya mulailah berikan contoh yang baik dan perlakukan anak-anak sebagaimana Anda ingin diperlakukan. Selamat mendidik anak, semoga anak Anda menjadi anak sesuai yang dicita-citakan.
Sumber..: ruang keluarga
Selengkapnya...

Selasa, 01 Juni 2010

Anak Susah Makan Inilah Solusinya


Sulit makan adalah masalah yang sering terjadi pada anak. Penyebabnya bisa berbagai macam, seperti variasi makanan yang kurang dan membuat anak bosan, masa peralihan dari makanan lunak ke padat dan kurangnya mikronutrien yaitu vitamin B1 dan lysine.

Untuk masalah kurangnya variasi makanan, Anda harus pintar-pintar membuat menu baru dengan tampilan menarik. Rasa bosan anak terhadap makanan juga bisa diatasi dengan pengaturan menu makanan variatif.

Bagi anak masih dalam masa transisi dari makanan lunak ke padat, Anda bisa mengombinasikan menu makanan yang teksturnya lunak dan padat. Misalnya, Anda memberikan bubur, dengan sayur bayam dan ikan. Bubur dan bayam bisa dilunakkan. Tetapi, untuk ikan sebaiknya jangan dihancurkan, dan tetap pertahankan tekturnya. Dengan begitu buah hati belajar untuk mengonsumsi makanan padat.

Untuk masalah kekurangan lysine yang menyebabkan anak susah makan, dampaknya ternyata terkait pada kurangnya hormon pertumbuhan. Hormon pertumbuhan inilah yang mengatur nafsu makan anak guna menunjang pertumbuhan.

"Lysine adalah asam amino penting yang didapat dari makanan berprotein dan tidak dapat dibuat tubuh. Lysine banyak terdapat sayuran hijau dan kacang-kacangan. Jika anak kekurangan lysine, hormon pertumbuhannnya tidak berproduksi secara makasimal. Akibatnya bisa jadi pikirannya mudah cemas dan nafsu makannya berkurang," kata dr. Soeklola di Jakarta, 20 Mei 2010.

Untuk mengatasi kekurangan lysine pada anak, Anda bisa memberikannya asupan nutrisi dari daging, keju, ikan, kacang, telur, atau kedelai, yang merupakan sumber lysine alami. Tetapi, jika buah hati sulit sekali makan, Anda bisa memperikannya suplemen lysine yang biasanya berbentuk cair. Dengan asupan lysine yang cukup nafsu makan anak bisa meningkat, dan pertumbuhannya berjalan baik.

Sumber
VIVAnews
Selengkapnya...

Jumat, 28 Mei 2010

Meningkatkan Kecerdasan Anak

Kecerdasan tidak hanya karena faktor keturunan saja, tetapi kecerdasan juga dipengaruhi oleh stimulasi maupun dengan memberikan makanan yang mengandung asupan yang dapat mendukung perkembangan kecerdasan anak.

Faktor berikut ini mesti diperhatikan orang tua atau pengasuh anak, karena faktor-faktor ini mempengaruhi terhadap perkembangan kecerdasan anak :

* Kecukupan zat gizi adalah faktor yang penting untuk dalam perkembangan kecerdasan otak. Zat besi salah satu yang diperlukan oleh anak. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan kekurangan darah (anemia) sehingga dapat menghambat perkembangan anak pada umumnya dan perkembangan otak khususnya.
* Pemberian Asi eksklusif sampai anak berusia 6 bulan sangat penting. Asi telah memenuhi semua zat gizi yang dibutuhkan anak.
* Lemak esensial atau lemak yang tidak dapat dibuat oleh tubuh tetapi dihasilkan oleh makanan sehari-hari seperti ARA (arachidonic acid), DHA (docosahexaenoic acid), Prebiotik, Lactoferin membantu membentuk struktur otak bayi. Sumber makanan ini dapat diperoleh dari ikan tuna, ikan salmon, kerang dan sebagainya.
* Lingkungan yang sehat dan nyaman bagi perkembangan anak membantu menjaga perkembangan anak.
* Dengan adanya suasana keluarga yang harmonis, hangat dan penuh kasih sayang maka anak akan tumbuh dan berkembang dengan optimal.
* Memberikan stimulasi seimbang dapat mengasah kecerdasan anak. Mengajak anak bermain dengan alat permainan yang dapat merangsang daya pikir sesuai usia mereka, seperti balok susun, puzzle, menggambar, mewarnai, bernyanyi.
Mungkin dengan sedikit Tips ini kita bisa membantu meningkatkan kecerdasan anak kita..
Selamat Mencoba....
Selengkapnya...

Rabu, 26 Mei 2010

Yuk Jadi Tempat Curhat Terbaik Buat Anak Kita..

Berbicara adalah kebutuhan mendasar manusia, termasuk anak-anak kita. Jika ada anak-anak yang sulit bicara ini pasti karena mereka tak memiliki kenyamanan berbicara. Ketika Anda membuat anak kita bicara, Anda mengenali dan menghargai perasaan anak dan membiarkan mereka mencurahkan rasa marah, sedih atau ngeri, Anda mengundang anak untuk berbicara berarti membuat anak diakui dan membantu mereka mengenali perasaannya.

Sebagian orangtua ingin anak gadisnya selamat tapi tanpa tahu apa yang tengah bergejolak dengan perasaan ‘keremajaan’ anak gadisnya ini, tanpa memahami perasaan-perasaan yang tengah dialami anak gadisnya.

Betapa tidak, kenapa sebagian anak gadis ini mau menceritakan perasaannya pada teman sebangkunya, sementara kepada orangtuanya yang melahirkan mereka dan membesarkan mereka dengan keringat, mereka tak mau menceritakan rahasia-rahasianya? Pasti ada yang salah dengan ini! Pastilah ada ketidaknyamanan dari anak-anak gadis kita sehingga mereka tak berani menceritakan perasaan-perasaannya pada kita. Periksalah barangkali selama ini kita yang ‘mendominasi’ perkataan-perkataan di rumah..

Saat anak curhat atau mencurahkan perasaannya, anak mengelola emosi-emosinya dengan lebih baik dan kita memiliki peluang lebih baik untuk membimbing emosi mereka. Membuat anak curhat juga berarti membuat mereka menjadi merasa ‘dekat’ dengan Anda. Mereka akan merasa akrab dengan Anda: orangtuanya.

Ayah Bunda, seharusnya kitalah yang menjadi tempat paling nyaman anak kita untuk curhat! Bukan orang lain! Bagaimana bisa seorang anak tak mau bercerita pada orangtuanya tetapi mau bercerita dan bicara pada orang lain? Pasti ada yang salah dengan kita bukan? Periksalah barangkali selama ini kita yang ‘mendominasi’ perkataan-perkataan di rumah.

Siapakah yang selama ini berbicara? Orangtua atau anak? Ketika seseorang curhat pada anak secara alamiah orang ini akan merasa dekat dengan Anda.

Setiap hari, sediakan sedikit waktu dari Anda untuk mendengarkan perasaan-perasaan anak Anda, bukan hanya bertanya soal tugas-tugas sekolah atau PR yang harus dikerjakannya, tetapi juga untuk mendengar curhat anak Anda mengenai apa yang terjadi di sekolahnya, yang terjadi dengannya saat main ke rumah teman. oleh..: IKhsan baihaqi
Selengkapnya...

Tips Anak Biar Gemar Makan Sayur

Kita sebagai orang tua terkadang sering merasa sedih jika melihat anak kita, sangat tidak suka makan sayuran padahal di dalam sayuran banyak sumber gizi yang terkandung, mungkin catatan saya ini bisa membantu.

Berikut adalah beberapa Tips nya:

1. Jadilah Anda Model Bagi Mereka, artinya biasanya anak-anak kita suka meniru apa yang kita lakukan, termasuk menyantap makanan, maka dari itu Anda sebagai orang tua harus memberikan contoh dengan menyantap sayuran dan aneka buah setiap hari.

2. Jika Anak anda sudah terlanjur tidak menyukai Sayuran, maka hal yang patut di coba adalah dengan cara Memasukan Sayuran Ke dalam Makanan Favorit mereka. Hal ini bisa dilakukan dengan cara Memblender Sayuran tersebut.

3. Sajikan Buah Dan Sayuran dengan Penampilan yang Menarik dan mengundang selera Anak Anda.

4. Ajak Si kecil ikut Anda ke Supermarket atau Ke Pasar, biarkan mereka memilih sayur dan buah sesuai dengan keinginannya sendiri, hal ini bisa membantu anak anda untuk memulai menyukai sayur dan buah.

5. Biasanya Anak bangga dan merasa senang apabila mereka kita ajak untuk terlibat dalam pembuatan makanan. Maka Ajak lah Mereka untuk memasak bersama.

Nah, demikian Tips Sederhana yang bisa saya bagi dengan Anda. Selamat Mencoba...
Selengkapnya...

Senin, 24 Mei 2010

Mendidik Anak Sejak Dini...?

Mendidik anak sejak dini sangat menentukan bagaimana perkembangan kedewasaan anak. Sebagai orang tua apapun tingkah lakunya akan dilihat oleh anak dan dijadikan contoh perilaku anak,baik yang baik maupun yang buruk sekalipun. Karena pada dasarnya anak Berikut ini adalah beberapa tips mendidik anak sejak usia dini:

1 mengajar dan mengajak ikut serta pada kegiatan sehari-hari yang positif.
-Membersih rumah,Biasanya anak-anak yang suka bermain-main dengan mainanya akan membuat situasi berantakan di ruangan rumah, ajarkan pada anak untuk bisa membersihkan dan merapikan sendiri setelah selesai bermain.
-Membaca buku-buku bacaan. Buku sebagai sumber ilmu yang tiada batas,
-Membaca Kitab Suci.Dengan mendengarkan acaan kitab suci biasanya anak jadi lebih mengerti akan Tuhannya
-Menulis,Anak akan memperhatikan bila orang tua sedang menulis dan akan menirunya dengan coret-coret, biasanya didinding namun sebaiknya dibuku-buku yang telah disediakan orang tua,sehingga termasuk juga mengajarkan keapian dan kebersihan.
-membersihkan halaman bisa diajarkan untuk sianak biar bisa memjaga kebersihan dan lingkungan
-Mencuci kendaraan,baik motor maupun mobil bila tidak terlalu kotor bisa dicuci sendiri dirumah, sekaligus mengajarkan anak bagaimana memperlakukan kendaraan.
-Mengajak kebengkel, biasanya anak akan senang bila diajak ikut serta kebengkel,dan biasanya akan menambah ide bagi si anak untuk lebih mengenal jenis kendaraan bermotor.

2 .Berikan contoh untuk mentaati waktu, Yaitu waktu bermain, waktu belajar dan waktu tidur. Biasanya anak dibawah lima tahun memerlukan waktu tidur lebih banyak dibandingkan dengan orang dewasa.
Sehingga sebagai orang tua terutama Ibu harus bisa mengajarkan waktu-waktu kapan harus bermain dan kapan harus beristirahat.

3 Menghindarkan anak-anak dari hal-hal yang bersifat buruk:
-Bertengkar didepan anak-anak, karena dengan bertengkar didepan anak-anak secara otomatis akan memberikan contoh kekerasan dalam keluarga didepan anak,
-Membiarkan anak tidak disiplin, kadang didikan keras bisa membuat disiplin pada sianak,dengan dimanja anak tidak bisa mandii dan bertanggung jawab.
-Memukul anak secara langsung didepan anak-anak yang lain, akan mengakibatkan hilangnya rasa kepercayaan diri si anak.
-Bila Ayah sedang keras pada anak, dalam arti tujuan mendidik si ibu tidak boleh membela si anak, sebab bila dibela si anak tidak akan jera bila melakukan kesalahan. Sebaliknya bila Si Ibu sedang keras pada anak dalam arti mendidik,Sang ayah pun tidak boleh membela kesalahan pada anak,. Sehingga terjalin kerjasama mendidik anak yang baik dan seimbang.
-Jangan berikan tontonan baik berupa film-film kekerasan atau Sinotron drama yang bersifat cengeng dan mendramatisi, untuk menghindari anak dari sifat-sifat yang kurang baik dari dampak yang ditontonya.
4. Sisakan waktu bersama Anak-anak. Ditengah-tengah kesibukan sebagai orang tua sisakan waktu untuk bermain bersama anak-anak,sehingga timbul rasa kasih sayang sekaligus pembelajaran pada anak
.
5. Ajarkan beribadah.contoh sholat...

6. Diatas usia 7 tahun Anak akan bisa diberikan tangung jawab yang lebih,sehingga tidak terlalu merepotkan orang tua.
Semoga dengan ini kita bisa lebih mengajarkan pada anak tentang pola pengasuhan dan mendidik anak sejak usia dini....
Selengkapnya...

Menggali Potensi Kecerdasan Anak

Keberhasilan suatu pendidikan sering dikaitkan dengan para orang tua dalam hal memahami anak sebagai indivdu yang unik,dimana setiap anak dilihat sebagai individu yang memiliki potensi-potensi yang berbeda satu sama lain namun saling melengkapi dan berharga.
Selain memahami bahwa anak merupakan individu yang unik, ada beberapa catatan yang perlu kita perhatikan dalam kaitannya denga upaya kiat memahami anak
Yaitu bahwa anak adalah :
Bukan Orang dewasa Mini. Anak adalah tetap anak-anak, bukan orang dewasa mini, mereka memiliki keterbatasan bila harus dibandingkan dengan orang dewasa.
Dunia Bermain. Dunia mereka adalah dunia bermain, yaitu dunia yang penuh dengan spontanitas dan menyenangkan.
Berkembang. Anak selain tumbuh secara fisik, juga berkembang secara psikologis, ada fase perkembangan yang dilaluinya dan anak menampilakn berbagai perilku sesuai dengan ciri-ciri masing-masing fase perkembangan tersebut.
Senang meniru. Anak-anak pada dasarnya enang meniru, karena salah satu proses pembentukan tingkah laku mereka adalah diperoleh dengan cara meniru.
Kreatif. Anak-anak pada dasarnya kreatif, mereka mempunyai ciri-ciri individu yang oleh para ahli sering digolongkan sebagai ciri-ciri individu yang yang kreatif, misalnya rasa ingin tahu yang besar, senang bertanya, imajinasi yang tinggi.
Dalam hal ini maka orang tua dan guru perlu memahami kreatifitas yang ada pada diri anak-anak, dengan sikap yang luwes dan kreatif pula.

Posted by Meti Mediya
Selengkapnya...

Bila Kakak Pukul Adiknya

Kadang sering kita dibingungin dengan kelakuan anak-anak kita..apalagi kalau nak kita lebih dari satu..masih kecil kecil pula,.butuh kesabaran Extra Konflik itu memang mungkin sering terjadi diantara kakak dan adik. Yang penting adalah cara menghadapinya. Sikap yang paling baik adalah menerima kenyataan bahwa konflik itu terjadi, dan menjadikannya sebagai sarana belajar dan hikmah. Banyak yang bisa dipelajari antara lain:

• Cara berpikir anak kita
• Apa yang dia suka atau apa yang tidak suka
• Bagaimana sikap dia terhadap kakak atau adiknya
• Kemampuan anak menahan emosi
• Kemampuan anak untuk menerima hal-hal yang tidak disukai
• Kemampuan anak berbahasa: menyusun kata menjadi kalimat, untuk menyampaikan pikirannya pada orang lain dan orang lain mengerti apa yang dia pikirkan.
Dan dibawah ini merupakan bagaimana cara kita menghadapi Anak-anak kita beranten atau kaka Pukul Adiknya, yang diambil dari sebuah catatan Abah Ihsan PSPA :
1. Katakan, jika kaka marah sama adik, ayoo bicara sama adik apa yang membuat kaka marah.
2. Katakan bahwa mama menerima kaka marah sama adik dan bahwa marah dan kecewa itu boleh, tetapi menyakiti adik itu sama sekali tidak boleh.
3. Jika Anda memergokinya hendak memukul, tahan tangan, dan katakan kaka tak bisa memukul adik karena jika kk menyakiti adik berarti kk menyakiti mama. Pun saat adik mukul kaka, mama juga tak suka.
4. Muliakan kaka senantiasa saat kakak kepergok berbuat baik sama adik. betapa bangganya mama punya kakak yang sayang adik dan betapa senangnya pasti adik dan mudah-mudahan adik sebaik kaka.
5. Bertindak adillah di rumah. Banyak orangtua yang tidak berbuat adil sama kaka. Selalu menyuruh kakak mengalah sama adik padahal jelas2 itu barang kakak. Selalu menghukum kakak saat berbuat salah tapi tidak pada adik saat adik yang melakukannya. Ketidakadilan ini yang bisa menyebabkan anak menjadi tak suka dengan adiknya.
6. Jika dia terus mengulang buat konsekuensi. Siapapun di rumah yang menyakiti harus mendapat konsekuensi. Misalnya saat ada yang mendorong, memukul atau apapun maka besoknya bisa dikurang poinnya, 'puzzle poin' nya diambil, dikurangi jam nonton, dikurangi uang saku. dll
Dengan mengetahui hal di atas, kita bisa menghadapi konflik anak-anak dengan tenang, bersemangat, untuk mencari solusi tanpa harus ikut emosional. Bukan sebaliknya, kita merasa kecewa, dan ikut marah. Masalah bukan selesai, malah bertambah besar, karena ada tiga orang yang berada dalam konflik. Apalagi kalau ayah datang dan ikut terlibat, jadi tambah seru.
Kalau kita marah, anak merasa tidak nyaman melihat wajah kita. Apalagi ditambah dengan ucapan-ucapan kita yang tidak sesuai dengan kebutuhan anak, akan membuat masalah bertambah sulit untuk diselesaikan
Disadur dari Meti Media
Selengkapnya...

Minggu, 23 Mei 2010

Cegah Kepala Bayi Biar Tidak Peyang

Walaupun seiring masa pertumbuhan bentuk kepala buah hati pasti akan mengalami perubahan, tapi kebiasaan tidur pada satu posisi saja akan berakibat buruk pada bentuk kepala bayi kita.

Kondisi tulang tengkorak bayi yang belum kokoh atau rapuh, membuat kebiasaan tidur yang salah pada anak menjadi penyebab mengapa bentuk kepala bayi ada yang tidak sempurna alias peyang. Kondisi ini baru bisa disadari jika kita melihat kepala buah hati kita dari atas. Dari sudut pandangan tersebut, kita bisa melihat salah satu bagian belakang kepala si kecil lebih rata dibanding sisi yang lain, di sisi yang “rata” tulang pipi akan terlihat menonjol, dan kuping pun terkesan lebih maju

Biasanya masalah ini terjadi pada bayi yang menghabiskan sebagian besar waktu mereka di dalam boks bayi, kursi pengaman di mobil, atau kursi bayi. Meskipun bagi ibu ini merupakan posisi paling pas untuk membuat si kecil tertidur pulas, tapi ada beberapa hal yang bisa kita tetap lakukan untuk mencegah terjadinya masalah ini, seperti:

Ubah arah. Letakkan bayi kita yang tertidur di tempat tidur mereka, tapi sesekali ubahlah arah kepala si kecil. Cara lain yang juga dapat membantu adalah dengan mengganti tangan kita saat menggendong, setiap kali ingin menyusui.
Gendong lebih baik. Ketika sang buah hati terbangun dari tidur, angkat dan gendonglah mereka untuk membantu meringankan tekanan dari kepala si bayi setelah tertidur lama di ayunan, boks, atau bangku bayi.
Waktunya untuk telungkup. Tetap dengan pengawasan kita yang ketat, letakkan bayi untuk bermain dalam posisi telungkup. Pastikan permukaan tempat si kecil bermain keras. Dan, apabila kita ingin meninggalkan ruangan, angkat dan ajak si kecil bersama kita.
Jadilah orangtua yang kreatif. Letakkan anak di posisi dimana ia harus memutar badannya dari “sisi yang peyang” untuk melihat ke arah kita, mengikuti gerakan atau suara tertentu di dalam kamar. Sesekali pindahkan boks si bayi untuk memberikan mereka pandangan yang baru. Usahakan jangan biasakan bayi tidur di atas bantal atau alas yang lunak.
sumber: (Astrid Anastasia/Prevention Indonesia), kompas.com.
Selengkapnya...

Posisi Tidur Yang Baik Buat Bayi

Salah satu pelajaran penting yang perlu diketahui ibu baru adalah posisi tidur bayi yang benar. Pasalnya, posisi tidur yang salah bisa menyebabkan Sindroma Kematian Bayi Mendadak (SIDS).

Menurut American Academy of Pediatric (AAP), SIDS didefinisikan sebagai, kematian bayi yang tiba-tiba. Sindroma ini merupakan penyebab kematian terbesar pada bayi berumur 1 sampai 12 bulan (paling sering pada bayi berumur 2 – 4 bulan).


Di Amerika Serikat 2500 kasus SIDS terjadi setiap tahunnya. Sebagian besar kasus SIDS berkaitan dengan posisi tidur bayi, seperti dikutip dari situs modernmom. Karena itu, Anda perlu memperhatikan beberapa petunjuk berkaitan dengan risiko bahaya yang dihadapi oleh bayi saat tidur. Seperti, kehabisan napas, tergencet, tercekik, dan jatuh.

Faktor risiko utama SIDS adalah posisi tidur bayi yang tengkurap. Beberapa peneliti memiliki dugaan bahwa posisi tengkurap memberikan tekanan pada rahang bayi, sehingga mempersempit jalan napas bayi.

Teori lain adalah bahwa dalam posisi tengkurap terdapat risiko bayi menghirup kembali udara yang telah dihembuskannya, terutama jika bayi tidur pada matras yang lembut atau dengan adanya mainan boneka, atau bantal di dekat wajahnya. Benda-benda tersebut dapat memperangkap udara yang dihembuskan bayi, sehingga kadar karbondioksida terakumulasi dan kadar oksigen menurun.

Jadi, untuk mencegah atau memperkecil risiko sindroma kematian bayi hingga berusia 12 bulan, simak petunjuk berikut ini:

Baringkan bayi dalam posisi terlentang, wajah menengadah ke atas.
Usahakan bayi tidur dalam boks yang tidak dipenuhi mainan. Jangan meletakkan bantal, boneka, selimut berbulu, atau alat lain di tempat tidur bayi.
Gunakanlah matras yang kaku dan ukurannya pas dengan ukuran tempat tidur.
Berdasarkan penelitian, tidak ada peningkatan risiko tersedak pada bayi yang tidur terlentang. Namun, pada bayi dengan kondisi medis tertentu, tidur dalam posisi tengkurap lebih baik. Karena itu, konsultasikanlah dengan dokter anak Anda mengenai keadaan-keadaan khusus ini. (umi)
Selengkapnya...